13 Jenis Jenis Audit dari (3 tinjauan) dan Auditor

13 Jenis Jenis Audit dari (3 tinjauan) dan Auditor

Khanfarkhan.com – sebelumnya saya sudah pernah membahas mengenai gambaran secara umum tentang audit beserta penjelasanya. Kali ini saya akan membahas tentang jenis-jenis audit dari 3 tinjauan.

Audit sendiri terbagi atas beberapa jenis dan tujuan dari pembagian ini ialah supaya dapat menentukan mengenai audit serta penjelasanya. Untuk lebih lengkapnya bisa langsung disimak penjelasanya dibawah ini.

 

Jenis Jenis Audit

Jenis audit sendiri terbagi menjadi tiga tinjauan antara lain :

A. Ditinjau dari luas Pemeriksaan

1. Pemeriksaan Khusus (Spesial Audit)

Merupakan suatu pemeriksaaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terbatas hanya pada permintaan audit. Dengan opini yang diberikan.

 

2. Pemeriksaan Umum (General Audit)

Ialah suatu pemeriksan umum yang dilakukan pihak Kantor Akuntan Publik (KAP) yang idependent  atas laporan keuangan yang tujuanya dapat memberikan opini tentang laporan keuangan yang wajar.

 

Baca Juga : 10 Point Penjelasan Standar Auditing PSA.01 (SA Seksi 150)

 

B. Ditinjau dari bidang pemeriksaan

1. Audit Ketaatan (Compliance Audit)

Audit Ketaatan yang memiliki tujuan dalam pemeriksaan suatu perusahaan demi mengetahui perusahaan tersebut telah mentaati setiap kebijakan dan peraturan yang berlaku baik yang sudah ditetapkan oleh pihak intern maupunn pihak eksteren perusahaan.

 

2. Audit laporan keuangan (Financial Statement Audit)

Seluruh kegiatan yang dilakukan ialah mengevaluasi dan mengumpulkan bukti dari entitas tentang laporan keuangan, laporan keuangan tersebut akan diberikan pendapat (opini) apakah sesuai dengan prinsip-prinsip dann kriteria yang ditetapkan sesuai akuntansi yang berlaku umum.

 

3. Audit Operasional (Management Audit)

Seluruh kegiatan operasinya yang dituju ialah suatu perusahaan yang merupakan jenis pemeriksaanya. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kebijakan opersional manajemen yang sudah ditetapkan dan kebijakan  akuntansi, agar dapat mengetahui dari tujuan operasi yang dilakukan berjalan secara efektif dan efesien atau tidak.

Dengan menentukan sejauh mana perusahaan mentatai, kebijaka dan peraturan pemerintah hingga adanya kepatuhan hukum dari pihak entitas yang diaudit itu lah fungsi lain jenis pemeriksaan ini.

 

4. Audit Sistem Informasi

Kantor Akuntan Publik melakukan pemeriksaan yang melakukan proses data akuntansi kepada perusahaan, menggunakan sistem Elektronik Data Processing (EDP) yang umumnya dipakai. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh auditor :

  • Kerahasiaan dari data file laporan yang tersimpan di komputer sangat dijaga
  • Harus akuratnya dan lengkap dalam pemrosesan transaksi, file, laporan dan catatan computer
  • Pihak manajemen perusahaan melakukan pengembangan program atas otoritas khusus dan umum
  • Seluruh program atau data dari akses yang tidak  sah, modifikasi bahkan kehancuran sudah melindungi perlengkapan komputer  dari perlengkapan keamanan

 

5. Audit Forensik

Dalam upaya pencegahan kecurangan (fraud) maka dilakukanlah Audit forensic, beberapa yang bisa dilakukan oleh audit forensik termasuk :

  • Investigasi kriminal
  • Indikasi kecurangan dalam bisnis atau keryawan
  • Mengetahui kerugian suatu bisnis

 

6. Audit Investigasi

Suatu serangkaian kegiatan dalam Mengidentifikasi (identify), mengenali (recorganized) dan menguji (examine) dalam rangka pembuktian dugaan penyimpangan yang kemudian muncul dukungan atas proses hukum karena bisa merugikan suatu entitas melalui serangkaian mengumpulkan seluruh fakta-fakta dan informasi guna mengungkapkan kejadian yang sebanarnya itulah yang dimaksud dengan audit  investigasi.

 

7. Audit lingkungan

Sebuah evaluasi secara sistematik, tercatat, serta obyektif dalam proses manajemen mengenai bagaimana suatu kinerja manajemen organisasi yang bertujuan memfasilitasi terhadap dampak lingkungan dan pemanfaatan kebijakan usaha dalam pengendalian manajemenya terhadap undang-undang tentang pengelola lingkungan (menurut Kep. Men. LH 42/1994).

 

C. Ditinjau dari kelompok pelaksanaan audit (auditor)

1. Auditor internal

Memiliki tugas dalam membantu manajemen puncak (top management) dalam pengawasan suatu asset (saveguard  of asset) dan juga pengawan kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.

Tugas dari auditor intern ialah mengaudit manajemen perusahaan termasuk compliance audit karena merekan bekerja untuk perusahaan yang mereka audit.

 

2. Auditor Ekstern

Bekerja untuk  kantor akuntan publik (pihak ke 3) dengan statusnya diluar dari struktur yang mereka audit dan bekerja secara objektif dn independen. Pada dasarnya bahwa auditor ekstern menghasilkan laporan financial audit.

 

3. Auditor pajak

Seorang auditor pajak memiliki tugas melaksanakan ketaatan wajib wajib pajak yang diaudit berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku. Direktorat jenderal pajak sebagai pelaksa di indonesia yang dibawah naungan Departemen Keuangan Republik Indonesia

 

4. Auditor Pemeritah

Suatu lembaga yang memiliki tugas menilai kewajaran dari informasi laporan keuangan instansi pemerintah atas penggunaan asset milik pemerintah dan pelaksanaan program.

Badan pemeriksanaan keuangan (BPK) yang turun langsung dalam pelaksanaan audit pemerintah

Demikianlah penjelasan mengenai 13 Jenis Jenis Audit dari (3 tinjauan) dan Auditor semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.

Kunjungi Juga :

  1. 23 Objek Pajak Penghasilan PPh dan PPh Final beserta Contoh
  2. [Lengkap] 13 Penghasilan Tidak Termasuk Objek Pajak Penghasilan
  3. 8 Cara Membuat Merek terbaik Sepanjang Masa
  4. 14 Jenis dan Tujuan Anggaran Perusahaan [Lengkap]

Tinggalkan komentar