10 Point Penjelasan Standar Auditing PSA.01 (SA Seksi 150)

10 Point Penjelasan Standar Auditing PSA.01 (SA Seksi 150)

Khanfarkhan.com – Standar auditing sangatlah berbeda dengan prosedur auditing yang berhubungan dengan pertimbangan yang dipakai dalam kegiatan auditnya dan dalam pelaporanya.

Jika dipahami bahwa auditing bisa dianggap sebagai dengan auditing, penilaiaan dan evaluasi hasil laporan keuangan suatu perusahaan/entitas yang dilaksanakan oleh seorang atau lebih auditor dari pihak (eksternal) manejemen pihak luar perusahaan atau perusahaan sendiri (Internal).

 

Pengertian Standar Auditing

Standar Auditing Merupakan aturan yang sudah ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yang terbagi dari 3 bagian yakni standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan bbeserta interprestasinya.

Secara umum standar auditing sebagai pedoman audit atas laporan keungan historis. Standar Auditing ini terdiri dari 10 standar yang dijelaskan secara detail dalam bentuk  Pernyataan Standar Auditing (PSA).

PSA memberikan beberapa penjelasan yang berlanjut untuk setiap masing-masing stanndar tercantum dalam standar auditing.

 

Pernyataan Standar Auditing (PSA)

Dijelaskan pada standar auditing didalam PSA yakni ketentua-ketentuan dan pedoman utama yang seharusnya ditetapkan oleh Akuntan Publik untuk melaksanakan audit nantinya.

Pada dasarnya Institut Akuntan Publik Indonesia sudah menetapkan standar auditing (2011: 150.2) terdapat sepuluh standar yang terkelompok menjadi tiga kelompok besar berikut penjelasanya :

A. Standar Umum

  1. Untuk pelaksanaan Audit harus dilakukan oleh seorang atau lebih yang mempunyai keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor
  2. Untuk kegiatan pelaksanaan auditor dan penyusunan laporanya, pihak auditor harus memakai kemahiran profesionalnya dengan seksama dan cermat.
  3. Untuk hal-hal yang berkaitan dengan perikatan, indepedensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.

 

B. Standar Pekerjaan Lapangan

  1. Untuk pelaksanaan pekerjaan perlulah adanya perencanaan dengan baik dan bila dipakai asisten harus disupervisi dengan semestinya.
  2. Diperlukan pemahaman yang luas untuk pelaksanaan selanjutnya dimana pengendalian intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan saat, sifat dan lingkup pengujian yang akan dilaksanakan.
  3. Bukti audit kompeten yang cukup harus didapat melalui inspeksi, permintaan keterangan, pengamatan dan konfirmasi sebagai dasar memadai untuk menjelaskan pendapat atas laporan keungan yanng diaduit.

 

C. Standar Pelaporan

  1. Laporan audit bisa mejelaskan apakah laporan keuangan yang sudah disusun berdasarkan dengan stadar akuntansi yang berlaku di negara indonesia
  2. Hasil dari laporan auditor harus menyatakan atau menunjukan, bila ada, ketidak konsistenan penerapan standar akuntansi untuk penyusunan laporan keungan dalam periode berjalan jika dibandingkan terhadap penerapan stanndar akuntansi tersebut pada periode lampau.
  3. Pengungkapan atas informaitif terhadap laporan keuangan standar harus dipandang mencukupi, kecuali dinyatakan lain dalam pelaporaan audit.
  4. Hasil dari laporan audit harus lah bisa memuat pernyataan pendapat terhadap laporan keuangan secara menyeluruh atau suatu asersi bahwa pernyataan tersebut  tidaklah dapat diberikan.

Apabila pendapat  yang secara keseluruhan tidak bisa diberikan, jadi alasanya  harus dinyatakan. Untuk hal nama auditor dikaitkan terhadap laporan keuangan audit harus mmemuat arahan yang jelas terhadap sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, bila ada dan tingkat tangung jawab yang dipikul oleh auditor (IAPI, 2011: 150.1 & 150.2).

Standar-standar diatas dalam banyak kegiatan sering berkaitan dan saling bergantung satu sama lain. Suatu keadaan yang berkaitan erat terhadap penentuan dipenuhi atau tidaknya suatu standar, bisa berlaku untuk standar yang lain.

Demikianlah tadi penjelasan mengenai 10 Point Penjelasan Standar Auditing PSA.01 (SA Seksi 150) Semoga dengan penjelasan diatas dapat membantu anda. Terimakasi atas kunjunganya

Kunjungi Juga :

  1. 5 Dokumen Penting Stock Opname [Terlengkap]
  2. 14 Jenis dan Tujuan Anggaran Perusahaan [Lengkap]
  3. Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia [Lengkap]
  4. Contoh Soal beserta Pengertian Jurnal Penjualan dan Pembelian

 

Please rate this

Tinggalkan komentar